[Opini] Microfon Pelunas Hutang, Terharu Atau Menjual Kesedihan Orang?


BlogRin -  Acara yang tayang di Indosiar “Microfon Pelunas Hutang” merupakan jenis acara Reality Show. Dimana setiap objek yang terlibat semuanya kenyataan didunia ini. Menurut mu acara reality show ini bikin terharu atau Menjual kesedihan orang. Berikut BlogRin Rangkum untuk anda.

duniaku.net

Semua Stasiun televisi di indonesia menginginkan kesuksesan dalam programnya. Entah dengan cara apapun mereka lakukan. Yang terpenting adalah banyak yang menonton. Itulah prinsip dari penggaet TV. Seperti halnya Reality show ‘Microfon pelunas hutang’. Apakah tidak berlebihan dalam mengexploitasi orang yang sedang membutuhkan. Dilansir dari vebma.com (12/10/2017)  Salah-satu Acara bertajuk Realiti show yaitu microfon pelunas hutang dinilai berlebihan dan mengeksploitasi orang yang membutuhkan.

Dilansir dari duniaku.net  (12/10/2017) Acara yang sudah mulai tayang sejak 17 april 2017 setiap episodenya menampilkan dua peserta yang menceritakan kisah kesulitan hidup yang dialami peserta hingga mempunyai hutang yang tidak mampu dalam membayarnya. Tujuan dari acara ini yaitu siapa saja dari kedua peserta yang menang akan dibayar lunas hutangnya. Untuk mendapatkan itu semua, peserta harus menyanyikan sebuah lagu yang nantinya akan di komentari oleh dewan juri. Bahkan dewan juri pun menanyai kisah hidup dari peserta. Hingga tak ada tawa disetiap detil acara.

Duniaku.net

Apakah kalian terharu dengan acara ini? Ataukah kasian terhadap peserta yang Di “Eksploitasi” kesulitanya. Rasanaya miris bukan ketika peserta yang mempunyai kesulitan untuk di bahas di publik. Apalagi orang yang ditampilkan disana tidak di dandani dengan tampil apa adanya membuat penonton simpati. Bukan hanya itu semua Host, Oki Lukman dengan kata-kata yang memberikan tekanan agar terlihat lebih dramatis

Nah, Yang menjadi pertanyaan? Mengapa jika memang niatnya untuk membantu, Kenapa tidak diberikan secara langsung? Kenapa nenek -kakek yang sudah tua masih disuruh untuk ikut lomba dan di buat tanding-tandingkan. Niat nolong atau mencari Rating
Duniaku.net

Kasihan kan jika sala-satu tidak menang,  hanya akan akan diberikan uang hadiah sejumlah satu juta. Bagi peserta uang segitu sangat berarti dan besar. Tapi kita bayangkan dalam acara tersebut mengundang host. Misal ‘Soimah’ kemungkinan ia akan digaji 20-30 juta keatas karena memang artis  terkenal. Kita bisa bandingkan peserta yang kalah hanya dikasih 1 juta sedangkan para juri malah mendapat uang yang nominalnya begitu banyak?

Kesimpulan
Namun tetap sajakan jika kita memang niat untuk membantu sesama, kita kan bisa membuat konser amal atau reality sejenis tanpa harus ditanding-tandingkan dan membuat pesertanya kecewa. Jika tidak menang. Miris melihat gimik ekspresi kekecewaan peserta yang salah memilih microfon.
Menurutmu, mereka Niat Menolong atau Menjual Kesedihan orang demi mengejar rating?




Demikianlah Artikel [Opini] Microfon Pelunas Hutang, Terharu Atau Menjual Kesedihan Orang?

Sekianlah artikel [Opini] Microfon Pelunas Hutang, Terharu Atau Menjual Kesedihan Orang? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi hiburan untuk anda semua. baiklah, mata ashita di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel ini [Opini] Microfon Pelunas Hutang, Terharu Atau Menjual Kesedihan Orang?